Tika tiada lagi puisi suci cinta syahdu
Jiwa bersemadikan jasad pekat kehitaman,
Terpampang di wajah kegelapan air muka kemanusiaan
Mencorak kemelut dan kucar-kacir
Antara kudrat, waktu, kasih sayang dan pengorbanan...
Maka perjuangan ke akhir abadi bagai bertemu titik kemalapan
Kalau tahu dan sedarinya,
Ayuh hadirkan kembali nur cahaya
Agar kelopak cinta dunia dan destinasi nanti,
Tiada penyesalan...